kadang masih keinget jaman masih jadi corporate slave alias karyawan, makan siang bareng temen-temen, hunting barang setelah gajian, gossip seru setiap hari, setelah melahirkan saya pilih stop bekerja dan menjadi ibu rumah tangga karena gak sanggup ninggalin genta sendiri dirumah. dari semua perasaan campur aduk, haru biru, segala macem emosi dan rasa letih yang amat sangat setiap liat genta senyum, ketawa, joget-joget, bercanda semua itu hilang. mama yakin bahwa ini adalah pilihan terbaik, mengurus mu dan menjaga mu setiap hari adalah pekerjaan yang paling mama impikan dan banggakan.
Perlahan namun pasti akhirnya saya bisa menyesuaikan dan mengatur ritme menjadi Ibu Rumah Tangga dan akhirnya mulai ikut menjalankan usaha bersama suami. well tapi tetap ya,bagi sebagian besar keluarga saya dan beberapa orang yang saya kenal memiliki usaha sendiri tetap saja dibilang "oh gak kerja" aneh tapi nyata. balik lagi ke pernyataan di atas jadi apakah Ibu Rumah Tangga dengan segala urusannya dirumah = tidak memiliki pekerjaan? saya rasa tidak. ada sebuah pernyataan bagus yang pernah saya baca
"Do I work? Yes, I am a Mom! That makes me an alarm clock, cook, maid, a doctor, fashion adviser, waitress, teacher, nanny, nurse, handyman, security officer, photographer, counselor, chauffeur, a lifelong student, an event planner, a personal assistant, an ATM, & a comforter. I don’t get holidays, sick pay or day’s off. I work through the DAY & NIGHT. I am on call every hour for the rest of my life. Post if you’re proud mom!" -anonymouse-
Ternyata banyak yah pekerjaan Ibu Rumah Tangga :)
tidak lupa saya ucapkan salut dari saya bagi perempuan yang bisa tetap bekerja diluar rumah sambil mengurus rumah tangga.
